Font :
Cetak
Banjarbaru, 28 September 2025 – Dalam rangka memperingati Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Hari Rabies Sedunia, Balai Veteriner Banjarbaru bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kalimantan Selatan menyelenggarakan kegiatan vaksinasi rabies dan kastrasi kucing jantan gratis pada tanggal 26–27 September 2025.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Selama dua hari pelaksanaan, tercatat sebanyak 231 ekor hewan berhasil divaksinasi rabies, sementara 44 ekor kucing jantan berhasil menjalani tindakan kastrasi. Layanan diberikan langsung oleh tim medis yang berpengalaman, dengan memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan kesejahteraan hewan.
Vaksinasi rabies dilakukan sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit rabies yang masih menjadi ancaman di berbagai daerah. Dengan vaksinasi rutin, hewan peliharaan terlindungi dari risiko tertular sekaligus menekan potensi penularan kepada manusia. Sementara itu, kastrasi kucing jantan dilaksanakan untuk membantu mengendalikan populasi kucing, mencegah penyebaran penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup hewan peliharaan.
Selain memberikan layanan kesehatan gratis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan. Peserta mendapatkan informasi terkait manfaat vaksinasi, perawatan pasca-kastrasi, serta cara memelihara hewan yang baik dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan kegiatan ini juga selaras dengan tema Hari Rabies Sedunia tahun 2025 yaitu “Act now: You, Me, Community” yang menekankan pentingnya aksi bersama dalam mencegah rabies. Upaya pencegahan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kegiatan yang dikaitkan dengan peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Hari Rabies Sedunia ini, Balai Veteriner Banjarbaru bersama PDHI Kalimantan Selatan berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan hewan dan pencegahan rabies. Kegiatan serupa diharapkan terus berlanjut secara berkesinambungan, sehingga upaya mewujudkan Kalimantan bebas rabies dapat tercapai.

