Font :
Cetak
Tanah Laut, 20–24 Oktober 2025 — Dalam rangka mendukung program pengendalian dan pencegahan penyakit unggas nasional, Balai Veteriner Banjarbaru berpartisipasi dalam kegiatan Kompartemen Avian Influenza (AI) di unit usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Unit Kalimantan Selatan memiliki dua lokasi farm di Desa Tambang Ulang dan satu hatchery di Desa Liang Anggang, yang berperan penting sebagai penyedia bibit ayam broiler (DOC) untuk berbagai wilayah di Kalimantan.
Kegiatan Kompartemen AI dilaksanakan pada 20–24 Oktober 2025 sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan ekspor, dengan tujuan memperoleh sertifikat bebas virus Avian Influenza (AI) sebagai jaminan dari Pemerintah Republik Indonesia bahwa produk unggas yang dihasilkan aman dan sehat.
Kegiatan diawali dengan pertemuan koordinasi yang melibatkan perwakilan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Balai Veteriner Banjarbaru, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut.
Selanjutnya dilakukan inspeksi lapangan dan pengambilan sampel di setiap lokasi farm dan hatchery untuk memastikan penerapan biosekuriti, manajemen kesehatan hewan, dan kebersihan lingkungan telah sesuai standar. Kegiatan ditutup dengan penyampaian hasil temuan dan rekomendasi perbaikan.
Sampel yang dikumpulkan kemudian dikirim ke Balai Veteriner Banjarbaru untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, yang menjadi bagian penting dalam proses penerbitan sertifikat bebas Avian Influenza.
Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan dunia usaha untuk menjaga keamanan hayati dan mutu produk unggas nasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan peternak.
Dengan adanya sertifikasi bebas AI, produk unggas asal Indonesia akan memiliki daya saing lebih tinggi di pasar ekspor maupun domestik. Peternak lokal juga akan merasakan manfaatnya melalui peningkatan permintaan DOC dan ayam sehat, serta meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan dalam negeri.
Selain itu, penerapan standar biosekuriti yang ketat di farm dan hatchery membantu menekan risiko penyebaran penyakit unggas di wilayah sekitarnya, sehingga usaha peternakan rakyat dapat berjalan lebih aman dan berkelanjutan.
Balai Veteriner Banjarbaru berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan kompartemen dan sertifikasi kesehatan hewan di wilayah kerjanya, guna mewujudkan peternakan unggas yang sehat, produktif, dan berdaya saing global.

