Font :
Cetak
Balai Veteriner Banjarbaru kembali mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi laboratorium dalam bidang diagnosis penyakit hewan menular. Kali ini, partisipasi dilakukan pada kegiatan “Pelatihan Pengujian Tuberkulosis Tahun 2025” yang diselenggarakan oleh Balai Veteriner Subang pada Selasa–Jumat, 28–31 Oktober 2025, bertempat di Jalan Terusan Garuda, Blok Werasari RT 33/RW 11, Dangdeur, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis petugas laboratorium veteriner dalam melakukan pengujian tuberkulosis hewan, khususnya melalui metode kultur Mycobacterium bovis dari sampel susu segar. Materi yang diberikan mencakup teori mengenai penyakit bovine tuberculosis, karakteristik bakteri Mycobacterium bovis, serta praktik langsung pengujian di laboratorium dengan tahapan persiapan sampel, penggunaan media kultur seperti Lowenstein Jensen dan Modified Ogawa, hingga identifikasi mikroskopis hasil pengujian.
Keikutsertaan Balai Veteriner Banjarbaru dalam pelatihan ini memiliki dampak strategis bagi masyarakat dan peternak, terutama dalam upaya pencegahan penyakit zoonosis. Dengan peningkatan kemampuan laboratorium dalam mendeteksi Mycobacterium bovis, kasus tuberkulosis pada sapi dapat diidentifikasi lebih dini sehingga penularan ke hewan lain maupun ke manusia dapat diminimalkan. Langkah ini turut mendukung upaya menjaga kualitas produk peternakan, khususnya susu segar, agar aman dikonsumsi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Balai Veteriner Banjarbaru berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat jejaring laboratorium veteriner nasional guna mendukung program pengendalian penyakit hewan menular dan zoonosis di Indonesia.

