Banjarbaru – Balai Veteriner Banjarbaru telah melaksanakan Audit Eksternal Laboratory Mapping Tool (LMT) pada tanggal 22–24 April 2026 sebagai bagian dari kerja sama antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Food and Agriculture Organization (FAO) dalam upaya penguatan kapasitas laboratorium veteriner.
Kegiatan audit dilaksanakan bersama tim asesor FAO yang dipimpin oleh Chris John Morissy. Pelaksanaan audit meliputi observasi terhadap fasilitas laboratorium, penelaahan sistem dan prosedur kerja, serta wawancara dengan staf laboratorium guna menilai kesesuaian dengan standar internasional.
Audit LMT ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem laboratorium veteriner, khususnya dalam peningkatan penerapan biosafety dan biosecurity, serta mendorong implementasi manajemen mutu berbasis risiko. Melalui evaluasi menyeluruh, diharapkan Balai Veteriner Banjarbaru dapat terus meningkatkan kualitas layanan laboratorium secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung penguatan sistem deteksi dini, respon cepat terhadap penyakit hewan, serta peningkatan kapasitas pengujian laboratorium yang akurat dan terpercaya. Hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan.
Dampak dari penguatan kapasitas laboratorium ini secara langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya peternak dan pelaku usaha di bidang peternakan. Dengan sistem laboratorium yang semakin andal, hasil pengujian penyakit hewan menjadi lebih cepat, tepat, dan akurat, sehingga dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit secara efektif.
Bagi peternak, hal ini memberikan manfaat berupa peningkatan kesehatan ternak, penurunan risiko kerugian akibat penyakit, serta meningkatnya produktivitas usaha peternakan. Sementara bagi masyarakat secara umum, peningkatan kualitas laboratorium turut menjamin keamanan pangan asal hewan yang dikonsumsi, sehingga mendukung kesehatan masyarakat secara luas.
Melalui kegiatan ini, Balai Veteriner Banjarbaru terus memperkuat perannya sebagai laboratorium veteriner yang andal dan profesional dalam mendukung kesehatan hewan, keamanan pangan, serta implementasi pendekatan One Health secara berkelanjutan.

