Banjarbaru, 24 September 2026 – Balai Veteriner Banjarbaru menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) bersama jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara pada Kamis (24/9/2026), bertempat di Balai Veteriner Banjarbaru. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung pembangunan peternakan, kesehatan hewan, serta pelestarian sumber daya genetik hewan lokal di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah isu strategis di bidang peternakan, khususnya terkait pengembangan dan pelestarian plasma nutfah lokal, antara lain itik Alabio dan kerbau rawa yang merupakan komoditas ternak khas dan memiliki nilai penting bagi masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Pelestarian plasma nutfah memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan sumber daya genetik ternak lokal yang telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat. Selain memiliki nilai budaya dan sumber daya genetik, keberadaan itik Alabio dan kerbau rawa juga berkontribusi terhadap sumber penghidupan masyarakat serta pengembangan ekonomi peternakan di daerah.
Pertemuan juga membahas kondisi dan tantangan Avian Influenza (AI) atau flu burung pada unggas. Dalam upaya mendukung pengendalian penyakit, surveilans kesehatan hewan dan pengujian laboratorium menjadi bagian penting untuk memperoleh informasi mengenai situasi penyakit secara akurat. Data hasil surveilans dan pengujian dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian dan pencegahan penyakit secara tepat.
Balai Veteriner Banjarbaru sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian memiliki peran dalam pelaksanaan surveilans, pengujian laboratorium, serta pemberian dukungan teknis di bidang kesehatan hewan dan veteriner. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperoleh gambaran kesehatan hewan di lapangan dan merespons potensi ancaman penyakit secara lebih cepat.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, Dinas Pertanian Kabupaten HSU, dan Balai Veteriner Banjarbaru diharapkan dapat semakin memperkuat upaya perlindungan dan pelestarian plasma nutfah lokal, meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak, serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan masyarakat.
Kerja sama tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat peternak melalui peningkatan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan. Dengan kondisi kesehatan hewan yang terjaga, produktivitas ternak dapat dipertahankan, risiko kerugian akibat penyakit dapat ditekan, dan keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat dapat semakin terjamin.
Melalui koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, Balai Veteriner Banjarbaru bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung pembangunan peternakan yang sehat, produktif, berkelanjutan, serta berbasis pada potensi sumber daya genetik lokal.
Sehat Hewan, Aman Pangan.

