Banjarbaru – Balai Veteriner Banjarbaru melaksanakan kegiatan surveilans ISO/IEC 17025 pada tanggal 30 April sampai 1 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan penerapan sistem manajemen mutu laboratorium secara berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengujian laboratorium tetap berjalan sesuai standar internasional serta mampu menghasilkan layanan yang akurat, terpercaya, dan berkualitas.
Dalam pelaksanaan surveilans tersebut, berbagai aspek mutu laboratorium ditinjau secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan dokumen, implementasi standar operasional prosedur (SOP), kompetensi personel laboratorium, hingga keandalan hasil pengujian. Peninjauan dilakukan sebagai bentuk evaluasi terhadap konsistensi penerapan sistem manajemen mutu yang telah diterapkan di lingkungan Balai Veteriner Banjarbaru.
Kegiatan surveilans ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa seluruh proses pelayanan laboratorium berjalan sesuai dengan prinsip mutu, ketelusuran, dan validitas hasil uji. Dengan penerapan standar ISO/IEC 17025, laboratorium diharapkan mampu memberikan hasil pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan dan diakui secara luas.
Selain mendukung peningkatan kualitas internal laboratorium, pelaksanaan surveilans ini juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya peternak dan pelaku usaha di bidang peternakan. Hasil pengujian laboratorium yang akurat dan terpercaya sangat penting dalam mendukung deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian penyakit hewan secara cepat dan tepat.
Bagi peternak, layanan laboratorium yang berkualitas dapat membantu menjaga kesehatan ternak, mengurangi risiko penyebaran penyakit, serta meminimalkan kerugian ekonomi akibat gangguan kesehatan hewan. Sementara bagi masyarakat secara umum, penguatan mutu laboratorium turut mendukung terjaminnya keamanan produk pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal untuk dikonsumsi.
Melalui kegiatan ini, Balai Veteriner Banjarbaru terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium veteriner guna mendukung kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, serta penguatan sistem ketahanan pangan nasional.

