Banjarbaru – Balai Veteriner Banjarbaru menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2025–2026 dalam rangka pembahasan antisipasi dan mitigasi dampak El Nino terhadap sektor pertanian dan peternakan di Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor peternakan dan kesehatan hewan.
Kunjungan kerja tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI beserta anggota Komisi IV, jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Dalam kesempatan ini, rombongan melakukan peninjauan terhadap fasilitas laboratorium Balai Veteriner Banjarbaru sekaligus berdiskusi mengenai berbagai langkah antisipatif dalam menghadapi potensi dampak El Nino yang dapat memengaruhi produktivitas peternakan dan kesehatan hewan.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, menyampaikan apresiasi terhadap peran Balai Veteriner Banjarbaru sebagai laboratorium veteriner rujukan yang memiliki peran strategis dalam mendukung deteksi dini, diagnosis penyakit hewan, kegiatan surveilans, serta penguatan penerapan biosekuriti di wilayah Kalimantan. Beliau juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas laboratorium, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta optimalisasi layanan kesehatan hewan sebagai fondasi dalam menjaga ketahanan sektor peternakan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa Balai Veteriner Banjarbaru merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) strategis Kementerian Pertanian yang memberikan pelayanan laboratorium veteriner di seluruh wilayah Kalimantan. Balai Veteriner Banjarbaru didukung oleh sepuluh laboratorium yang telah menerapkan standar ISO/SNI serta ditetapkan sebagai laboratorium rujukan nasional untuk penyakit Surra, sehingga memiliki peran penting dalam mendukung sistem kesehatan hewan nasional.
Dalam pembahasan juga disampaikan berbagai langkah yang telah dilakukan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam menghadapi potensi dampak El Nino, antara lain melalui penyediaan hijauan pakan ternak tahan kekeringan, pembangunan lebih dari 800 bank pakan, serta penguatan program kesehatan hewan dan pengendalian penyakit hewan. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas peternakan sekaligus meminimalkan risiko kerugian yang dapat dialami peternak akibat perubahan iklim.
Kunjungan kerja ini memberikan manfaat yang besar bagi peternak dan masyarakat. Bagi peternak, penguatan kapasitas laboratorium veteriner, peningkatan sistem surveilans, serta kesiapsiagaan dalam pengendalian penyakit hewan akan mendukung perlindungan kesehatan ternak, menjaga produktivitas usaha, dan meningkatkan ketahanan sektor peternakan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Sementara bagi masyarakat, penguatan pelayanan veteriner berkontribusi terhadap terjaminnya ketersediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), sekaligus memperkuat sistem perlindungan kesehatan masyarakat veteriner.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan pertukaran plakat sebagai simbol sinergi dan kolaborasi antara Komisi IV DPR RI dengan Balai Veteriner Banjarbaru, dilanjutkan penyampaian kesan dan pesan, serta sesi foto bersama. Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mewujudkan layanan veteriner yang profesional, tangguh, dan berkelanjutan guna mendukung kesehatan hewan, kesejahteraan peternak, dan ketahanan pangan nasional.

