Banjarbaru – Balai Veteriner Banjarbaru memulai rangkaian kegiatan Pendampingan Penerapan SNI ISO 35001:2019 Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (SMBL) sebagai upaya memperkuat penerapan biosafety dan biosecurity di lingkungan laboratorium. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap selama Juli hingga Agustus 2026 sebagai bagian dari komitmen Balai Veteriner Banjarbaru dalam mewujudkan laboratorium yang aman, andal, dan berstandar internasional.
Penerapan SNI ISO 35001:2019 merupakan langkah strategis dalam membangun sistem manajemen biorisiko yang terintegrasi untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan meminimalkan risiko biologis yang dapat timbul dari aktivitas laboratorium. Standar ini juga menjadi salah satu bentuk penguatan tata kelola laboratorium dalam mendukung keselamatan personel, keamanan lingkungan kerja, serta perlindungan terhadap masyarakat.
Rangkaian kegiatan pendampingan meliputi technical meeting, awareness training, pelatihan auditor internal, penyusunan dokumen sistem manajemen biorisiko, pelaksanaan audit internal, hingga persiapan sertifikasi. Seluruh tahapan dirancang secara sistematis agar implementasi SNI ISO 35001:2019 dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan di seluruh unit laboratorium.
Melalui awareness training, seluruh personel laboratorium dibekali pemahaman mengenai pentingnya budaya keselamatan (safety culture), penerapan biosafety dan biosecurity, serta pengelolaan risiko biologis sesuai dengan persyaratan standar. Sementara itu, pelatihan auditor internal bertujuan menyiapkan personel yang kompeten untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas penerapan sistem manajemen biorisiko secara berkala.
Selain meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sistem dokumentasi, prosedur operasional, serta mekanisme pengendalian risiko dalam setiap proses kerja laboratorium. Dengan demikian, seluruh aktivitas pengujian dapat dilaksanakan secara lebih aman, terkendali, dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
Penerapan Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium memberikan manfaat yang besar bagi peternak dan masyarakat. Laboratorium yang menerapkan biosafety dan biosecurity secara optimal akan mampu menghasilkan layanan pengujian yang lebih aman, akurat, dan terpercaya dalam mendukung deteksi dini, diagnosis, serta pengendalian penyakit hewan.
Bagi peternak, penguatan sistem manajemen biorisiko akan meningkatkan keandalan hasil pengujian laboratorium sehingga penanganan penyakit hewan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat. Hal ini berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan ternak, produktivitas usaha peternakan, serta pengurangan risiko kerugian akibat penyakit hewan.
Sementara bagi masyarakat, penerapan SNI ISO 35001:2019 mendukung terwujudnya laboratorium yang memiliki sistem pengelolaan risiko biologis yang baik, sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap kesehatan masyarakat, menjaga keamanan pangan asal hewan, serta mendukung penerapan pendekatan One Health dalam pengendalian penyakit zoonosis.
Melalui pendampingan penerapan SNI ISO 35001:2019, Balai Veteriner Banjarbaru terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja, memperkuat sistem manajemen laboratorium, dan meningkatkan kualitas pelayanan veteriner yang profesional, terpercaya, serta berstandar internasional. Dengan laboratorium yang semakin aman dan andal, Balai Veteriner Banjarbaru siap mendukung terwujudnya kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

